Senin, 16 September 2013

Resensi Novel Raksasa Dari Jogja



 Judul                    : Raksasa Dari Jogja
Penulis                 : Dwitasari
Penerbit               : Plot Point Publishing (PT Bentang Pustaka)
Tanggal terbit      : Nopember 2012
                                (cetakan kedua)
Jumlah halaman  : 270 halaman
Kategori               : Novel Remaja
ISBN                     : 978-602-9481-23-5
  Raksasa Dari Jogja (RDJ) merupakan novel pertama Dwitasari, salah satu mahasiswi Sastra Indonesia FIB UI (Depok, Jawa Barat) yang mulai menyenangi dunia tulis-menulis sejak ia masih mengenakan seragam putih-merah. Seperti yang tertulis dalam novel RDJ, bagi Dwitasari menulis adalah salah satu bentuk tindakan nyata, ketika tak lagi ada orang yang menyediakan sepasang telinga untuk mendengar.        
                                                    ♥ 
   Bianca Dominique. Hobi membaca buku. Sangat sabar namun tak percaya ‘cinta’. 
Setiap manusia butuh cinta? Butuh jatuh cinta? Lalu, apa salahnya jika tak jatuh cinta? Bukankah jatuh itu sakit? Manusia akan mati? Menjadi perawan atau perjaka tua? Tak berkeluarga? … (hlm.4)
   Bianca memang tak percaya cinta, namun secara diam-diam ia mencari-cari jawaban atas pertanyaan itu. Memandangi hidup yang diisi oleh kekerasan Papanya kepada Mamanya memang sudah biasa. Papanya temperamen, Mamanya sangat lemah. Seimbang. Sering melihat mamanya mendapat perlakuan yang berbanding terbalik dari makna cinta itu yang membuatnya enggan dan takut percaya cinta. 
   Letisha Ananda, sahabat yang memiliki kesamaan nasib dengannya dan tempat dimana berbagi beragam rasa kini membuat ia semakin enggan percaya cinta. Letisha merebut Joshua Prasetia Hutomo, cinta pertamanya. 
   Bianca memutuskan untuk meninggalkan Jakarta. Melupakan Letisha dan pengkhianatannya, melupakan kekerasan Papanya. Ia ingin bahagia. Bianca meneruskan kuliah di universitas swasta terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tinggal dirumah Bude Sumiyati dan tentunya bertemu Kevin, sepupunya. Kevin hampir sempurna, sangat menyayangi Bianca layaknya adik sendiri. Tokoh yang paling saya suka dalam novel ini adalah Kevin :) 



   Jogja mempertemukan Bianca dengan seorang malaikat pembawa kabar baik. Gabriel namanya. Pertemuan yang selalu terjadi secara tidak sengaja, secara perlahan dan harus melewati banyak konflik itu akhirnya membuat Gabriel mempercayakan Bianca sebagai tulang rusuk yang sengaja diciptakan Tuhan untuknya. Bianca menemukan Gabriel, begitu pun Gabriel menemukan Bianca.
Dua manusia bersatu untuk menyimpan cinta. Seorang aku dan seorang kamu telah menjadi kita. Meredam egoisme, menyatukan idealisme. Melupakan perbedaan, mengakhiri beban. (hlm.268)
   Cerita RDJ dikemas dengan bahasa yang mudah dimengerti, ratusan bahkan ribuan kata-katanya dirangkai oleh Dwitasari menjadi paragraf yang enak dibaca. Tidak terlalu baku, tidak pula membosankan. Novel ini cocok untuk orang-orang yang mengelu-elukan Jogja, karena lumayan banyak tempat yang penulis bahas. 
   Gambar pada sampul sesuai dengan judul dan isi novelnya. Diilustrasikan seorang wanita (Bianca) yang bertemu dengan laki-laki berpostur tubuh setinggi rak buku Bianca. Itulah orang yang disebut “monster” oleh Kevin dan “Mas Jangkung” oleh Vanessa dalam novel ini, laki-laki itulah yang disebut “Raksasa Dari Jogja”, Gabriel. Ilustari Tugu Jogja mempertegas latar tempat novel ini dan kumpulan warnanya juga mendukung gambaran remang-remang Jogja di malam hari.
   Ada sebagian tulisan dalam novel ini yang diselipkan bahasa Jawa. Sayangnya tidak semua diberitahu artinya dibawah halaman. Tidak menjadi masalah bagi segelintir orang (termasuk saya) yang mengerti bahasa tersebut, namun mungkin akan menjadi pertanyaan “ini artinya apa” bagi segelintir orang juga.Dilihat secara keseluruhan, novel ini bagus dan mengandung banyak pesan. Lancarnya alur cerita dapat menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Resensi Novel Love Lies

Love lies 

 12820760

Penulis : Christina Juzwar
Negara : Indonesia
Bahasa : Indonesia
Genre : Roman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : September 2010
Halaman : 184 halaman
ISBN-13 : 978-979-22-6180-6


“Love Lies”
Pertemuan cewek cantik yang bernama Kennia dengan Sebastian cowok ganteng anak fakultas ekonomi membuat Kennia jatuh cinta pada pandangan pertama. Tetapi, karena ternyata Sebastian telah mempunyai kekasih, Kennia sangat sedih dan memutuskan untuk berusaha melupakan cowok itu.
Beberapa bulan kemudian, Kennia beremu dengan Gerry teman SMA nya. Akhirnya Kennia dan Gerry perlahan hubungannya mulai mendekat. Tetapi, di saat yang sama tiba-tiba Sebastian ikut menunjukkan rasa ketertarikkan pada Kennia dan ia yang belum bisa melupakan Sebastian akhirnya memilih cowok itu dan menolak Gerry yang telah menyatakan cintanya pada Kennia.
Gerry tau, sebenarnya Sebastian tidak serius suka dan cinta dengan Kennia. Gerry mendapat fakta bahwa Sebastian belum putus dengan kekasihnya yang dulu. Gerry mencoba untuk memperingatkan Kennia, tapi Kennia tidak percaya ia malah menuduh Gerry memfitnah Sebastian karena cemburu.
Akhirnya pada suatu hari saat Kennia pergi makan malam bersama teman-temannya, ternyata tanpa di duga tiba-tiba ia melihat Sebastian bersama kekasihnya yang dulu ssedang makan malam berdua. Setelah melihat kejadian tersebut Kennia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Sebastian. Dan ia sangat bersalah dengan Gerry yang telah ia tinggalkan begitu saja.
Keesokan harinya Kennia langsung cepat-cepat menemui Gerry untuk meminta maaf, dan Gerry pun yang masih sakit hati dengan Kennia tetap memaafkan kesalahan Kennia. Akhirnya ia dengan Gerry memutuskan untuk menjalin hubungan. Ternyata yang benar-benar tulus menyayangi Kennia adalah Gerry.

Resensi Novel Grey Sunflower

Grey Sunflower
Judul : Grey Sunflower
Penulis : Ruth Priscilia Angelina
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 248 halaman
Harga : Rp. 40.000,-










Isi Resensi :

Grey Sunflower

Louise, adalah seorang gadis pencinta bunga matahari. Ia sangat mencintai seorang pemuda yang bernama Davin. Setelah lulus SMA, ia harus berpisah dengan Davin. Ia sempat putus kontak dan sama sekali tidak berhubungan sama sekali dengan Davin. Akhirnya ia bertemu dangan seorang pemuda bernama Gerard. Saat Gerard menyatakan perasaan padanya, ia mendapat kabar bahwa Davin mengidap penyakit keras. Beberapa bulan kemudian, Davin meninggal. Ia pun memutuskan melarikan diri ke Belanda untuk membuka lembaran baru. Di sana ia berniat melanjutkan kuliah dan melupakan segala hal yang berhubungan dengan cinta. Tetapi, takdir malah mempertemukannya dengan Ben, saudara kembar Davin. Perasaan Louise campur aduk, kenangan akan Davin menariknya kepada Ben. Ia tidak bisa melupakan kenangan akan Davin, cinta pertamanya. Namun, setelah menjalin hubungan yang cukup lama dengan Ben, ia malah dipertemukan kembali dengan Gerard, pria yang juga pernah mengisi hidupnya dan telah beberapa tahun menghilang. Ia pun menjadi bimbang dan semakin bingung tentang siapa orang yang dicintainya. Sampai akhirnya ia harus memilih salah seorang dari mereka. Ia pun memilih Gerard, yang ternyata adalah kakak dari Davin dan Ben. Dan ia pun harus menerima suatu kenyataan bahwa Gerard mengidap penyakit ginjal, akhirnya Ben menyumbangkan salah satu ginjalnya kepada Gerard. Setelah beberapa bulan, akhirnya Ben meninggal karena ternyata ia juga mengidap pnyakit yang sama dengan Davin, yaitu kanker otak. Akhirnya, Louise dan Gerard pun hidaup bahagia dengan anak kembar mereka, yang diberi nama Davin dan Ben. Buku ini adalah hasil karya Ruth Priscilia Angelina, seorang pengarang yang masih baru. Walaupun begitu, buku ini sangat menarik minat pembaca. Alur dan jalan cerita dalam buku ini jelas. Bahkan pembaca mungkin tidak akan berhenti membaca buku ini sebelum buku ini habis karena jalan ceritanya yang menarik. Penulis dapat menggambarkan kejadian secara jelas dan nyata, membuat buku ini menjadi sangat menarik. Bahasa yang digunakan penulis pun jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca remaja maupun dewasa. Sayangnya, pada akhir cerita, penulis terkesan ingin cepat – cepat menuntaskan buku ini. Hal ini terlihat saat penulis tidak menceritakan secara jelas penyabab kematian salah seorang tokoh, lalu bagaimana hubungan salah seorang tokoh dengan orangtua kandungnya. Ini sangat disayangkan karena pada bagian awal hingga tengah, penulis menggambarkan cerita dan hal – hal yang terjadi dengan sangat jelas. Namun, secara keseluruhan buku ini sangat layak untuk dibaca. Buku ini bisa menghibur para pembaca dan menghilangkan rasa bosan di waktu luang. Dalam buku ini juga terdapat pesan yang harus kita jalankan, yaitu jangan pernah menyerah, teruslah berusaha untuk mencapai apa yang kita inginkan. Percayalah, suatu hari nanti usaha dan kerja keras kita nanti akan membuahkan hasil yang luar biasa.

Resensi SKUT

Novel SKUT (Surat Kecil Untuk Tuhan)


1. IDENTITAS BUKU
Judul Buku /Novel             : Surat Kecil Untuk Tuhan
Penterjemah                     :       -
Penerbit                        : Inandra Published
Tahun Terbit                   : 2008
Cetakan                             : Jakarta,September 2011
Edisi                                   : Ke – 8
Tebal Buku                            : vii+232
Harga Buku                           : Rp.38.800,-
Pengarang                             : Agnes Danovar

2. KEPENGARANGAN

Latar Belakang Pengarang
Agnes davonar adalah sebuah fenomenal di dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai penulis amatir di sebuah blog. Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima  novel online dan 42 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya.  Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes davonar ”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.
Agnes lahir di Jakarta 8 oktober, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus . mereka adalah Dua saudara yang besar dalama lingkungan seni. Ayahnya adalah seorang penulis kaligrafi Cina sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang tangguh. Mereka berdua membentuk sebuah blog dengan situs
Http://lieagneshendra.blogs.friendster.com
Agnes berkerja sebagai karyawan swasta dan Davonar berkuliah di Universitas sastra Jepang Bina Nusantara. Keduanya memiliki hobby yang sama yakni menyukai olahraga. Tapi kelihaian menulis telah mengantarkan keduanya sebagai penulis muda berbakat dalam jajaran sastra Indonesia. Agnes Davonar menyebutnya sebagai novelis dan cerpenis online. Karena ketulusan dan kedisplinan dalam berkarya sebuah situs peringkat Blog Topseratus.com
menempatkan Blognya sebagai peringkat pertama dari 100 blog terbaik di Indonesia. Sangat mencengangkan, sebuah Blog sastra mengalahkan Blog dan situs internet yang pada umumnya lebih mengfokuskan pada musik ataupun tips tips mencari uang marketing lewat internet. Karyanya juga tak kalah mencengangkan hingga menjadi fenomenal. Kisah Gaby dalam Lirik lagu terakhir, diadaptasi dari sebuah lagu jauh yang dibawakan oleh penciptanya band caramel dianggap sebagai kisah nyata dan menjadi Kontroversial karena berhasil menarik opini masyarakat jika kisah kematian dalam tokoh  itu adalah kisah nyata. Tidak pernah dalam sejarah Sastra Indonesia dimulai dari Anak anak sekolah, pengamen , ibu ibu rumah tangga  hingga tukang bangunan tau tentang kisah Gaby karyanya.
Di paruh kedua bukunya berjudul kisah surat kecil untuk Tuhan adalah sebuah kisah nyata yang penuh ispiratif, diangkat dari sebuah perjalanan panjang gadis cilik bernama Gitta sesa wanda cantika. Kisah ini mengajarkan tentang kehidupan diujung pengharapan dimana Gitta yang divonis kanker ganas berjuang untuk hidup. Walau pada akhirnya ia menyerah namun ia tidak kalah karena penyakit itu , ia pun menuliskan surat terakhirnya kepada Tuhan yang ia beri judul surat kecil untuk Tuhan.

3 SINOPSIS
SURAT KECIL UNTUK TUHAN

Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan didunia ini
Tuhan . . .
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku terjadi pada orang lain
Tuhan . . .
Bolehkan aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan . . .
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya
Tuhan . . .
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya
Tuhan . . .
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bias memberikan kebahagiaan kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan . . .
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup kepada siapapun yang mengenalku
Tuhan . . .
Surat kecilku ini
Adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali . . .
Ke dunia yang Kau berikan padaku
Itulah untaian kata yang tertera dalam surat kecilnya kepada Tuhan. Agnes Davonar, yang lebih dikenal sebagai cerpenis online mendapat kesempatan untuk menuangkan kisah nyata gadis kecil ini dalam sebentuk karya sastra.
Novel ini menceritakan tentang perjuangan gadis remaja dalam melawan kanker ganas, Rabdomiosarkoma (kanker Jaringan Lunak). Dialah Gita Sessa Wanda Cantika, kita mengenalnya sebagai mantan artis cilik era 1998. gadis kecil inilah tokoh utama dalam novel Surat Kecil Untuk Tuhan yang divonis menderita kanker ganas dan diprediksi hidupnya hanya tinggal 5 hari lagi. Kanker jaringan lunak itu menggerogoti bagian wajahnya sehingga terlihat buruk menjadi seperti monster. Walau dalam keadaan sulit, Keke terus berjuang untuk tetap hidup dan tetap bersekolah layaknya gadis normal lainnya.
Orang tuanya berat mengambil keputusan, bagaimanapun juga sebagai orang tuanya, mereka tidak tega melihat separuh wajah putrinya harus hilang karena operasi. Maka, ayah berserta keluarga merahasiakan kanker itu pada Keke, panggilan gadis remaja aktif dengan sejuta prestasi model dan tarik suara.
Namun akhirnya Keke tau bahwa ia terserang kanker ganas, ia pasrah dan tidak marah pada siapapun yang merahasiakan penyakit maut itu padanya. Ia memberikan senyum kepada siapapun dan menunjukkan perjuangannya bahwa dengan kanker diwajahnya ia masih mampu berprestasi dan hidup normal di bangku sekolah. Tuhan menunjukkan kebesaran hati dengan memberikan nafas panjang padanya untuk lepas dari kanker itu sesaat
Sang Ayah, Joddy Tri Aprianto tidak menyerah. Ia terus berjuang agar sang putri kesayangannya itu dapat terlepas dari vonis kematiannya. Perjuangan sang ayah dalam menyelamatkan putrinya tersebut begitu mengharukan. Ayahnya berusaha untuk mencari pengobatan alternatif dan berkeliling ke seluruh Indonesia, tapi hasilnya nihil. Mau tak mau ayahnya kembali ke ilmu medis dan menurut dokter, ada satu cara lain yang bisa membunuh kanker itu, kemoterapi.
Perjuangan Keke melawan kanker membuahkan hasil. Dengan segala upaya orang tuanya, Gita mendapatkan kesempatan untuk sembuh setelah bertahan selama 6 bulan melalui kemotrapi untuk membunuh sel-sel kanker yang menggerogoti tubuhnya. Sekali Kemotrapi, mampu merontokkan semua rambut yang ada di tubuhnya, dan tubuh kecil Gita harus menjalaninya hingga 25 kali untuk bisa sembuh.
Kebesaran Tuhan membuatnya dapat bersama dengan keluarga serta sahabat yang ia cintai lebih lama. Kasus kanker ganas yang diidap oleh Gita menjadi kasus pertama yang terjadi di Indonesia dan menjadi sebuah perdebatan di kalangan kedokteran karena kanker tersebut biasa hanya terjadi pada orang tua. Keberhasilan Dokter Indonesia menyembuhkan kasus kanker tersebut menjadi prestasi yang membanggakan sekaligus membuat semua Dokter di Dunia bertanya-tanya.
Namun kanker itu kembali setelah sebuah pesta kebahagiaan sesaat, Keke sadar nafasnya di dunia ini semakin sempit. Ia tidak marah pada Tuhan, ia bersyukur mendapatkan sebuah kesempatan untuk bernafas lebih lama dari vonis 5 hari bertahan hingga 3 tahun lamanya.
Kanker itu datang lagi, namun kali ini dengan lokasi berbeda, di pelipis mata sebelah kanan. Kali ini, ayahnya mencoba cara yang pertama, berharap bisa membunuh kanker nakal itu. Kemoterapi pun dilakukan lagi, seluruh rambut Keke rontok tak bersisa. Tapi sepertinya kanker itu mulai kebal dengan bahan kimia. kanker itu tetap duduk manis di pelipis kanan Keke.
Akhirnya ayahnya mencoba pengobatan ke Singapura, disana dokterpun menyarankan untuk operasi. karena desperdo, mereka pun kembali ke Indonesia dengan kondisi Keke yang semakin parah, Kenker itu mulai menyebar ke seluruh tubuh, ke paru-paru, Jantung dan organ-organ lain. satu hal yang membuat aku terharu, dengan kondisi yang begitu parah, semangat belajar Keke sangat tinggi, dia tetap keukeuh untuk sekolah. bahkan disaat tangan dan kakinya sudah tak mampu lagi digerakkan.
Waktupun berlalu dan kondisi Keke tak juga membaik hingga akhirnya dia harus rawat inap lagi di RSCM dan mengalami koma selama tiga hari. Dalam massa opname itu ada berita yang begitu membanggakan baik untuk Keke dan keluarganya bahwa Allah memang memberikan cobaan sesuai kemampuan hambaNya. Keke membuktikan semua itu.”Keke menjadi juara tiga di kelasnya dalam ujian akhir sekolah.”
Lalu, dokter menyerah terhadap kankernya, di nafasnya terakhir ia menuliskan sebuah surat kecil kepada Tuhan. Surat yang penuh dengan kebesaran hati remaja Indonesia yang berharap tidak ada air mata lagi di dunia ini terjadi padanya, terjadi pada siapapun.
Nafasnya telah berakhir 25 desember 2006 tepat setelah ia menjalankan ibadah puasa dan idul fitri terakhir bersama keluarga dan sahabat-sahabatnya, namun kisahnya menjadi abadi.

4. KELEBIHAN,KEKURANGAN DAN KELEMAHAN
  • Kelebihan buku :
A. Kelebihan dari novel ini adalah dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisah yang diceritakan didalam novel ini.
B. Kelebihan lainnya adalah ini adalah kisah yang diangkat dari       kehidupan nyata dan sangat menyentuh.
C. Novel ini juga melampirkan beberapa foto perjuangan Keke  dalam melawan kanker ganas hingga foto sahabat-sahabat Keke di pemakaman saat Keke menghadap Sang Pencipta.
D.Mengajarkan kita agar ikhlas dan tabah menerima cobaan dari Allah dan yakin setiap cobaan pasti ada jalan keluarnya
  • Kekurangan buku :
Novel ini hampir tidak mempunyai kekurangan, Namun setiap karya manusia pasti memiliki kekurangan. Kekurangan dari novel ini adalah masih ada penulisan yang salah dan juga ada penulisan yang kurang menarik dan sulit dimengerti.
  • Kelemahan
Kelemahan yang dimiliki novel ini, di antaranya kata-kata penulis yang kadang membuat pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan kata-kata kiasan penulis.

5. KRITIK DAN SARAN
Kisah yang mengajarkan kita tentang arti kehidupan yang sebenarnya. 2 pribadi yang amat sangat berbeda. Salut banget sama ceritanya, tapi sayang penulisannya masih ada yang kurang menarik. Pokoknya yang belum baca novel ini harus baca karena sangat bagus dan mengharukan. Mungkin itu saja yang dapat saya katakana. Jangan lupa baca novelnya.

Resensi Novel Sang Pemimpi

“SANG PEMIMPI”
1. Identitas Buku
Judul : Sang Pemimpi
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Halaman : x + 292 Halaman
Cetakan : ke-14, januari 2008
ISBN: 979-3062-92-4
2. Pratinjau
Luar biasa. Begitulah kesan yang tersirat setelah membaca buku kedua dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ini. Bagaimana tidak? Alur cerita dan gaya bahasa yang disuguhkannya mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa cela. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya. Bahasanya pun sangat memikat, dengan dibumbui ragam kekayaan bahasa dan imajinasi yang luas. Novel ini memiliki kekayaan bahasa sekaligus keteraturan berbahasa Indonesia. Dimulai dari istilah- istilah saintifik, humor metaforis, hingga dialek dan sastra melayu bertebaran di sepanjang halaman. Mulanya, cerita ini lebih bernuansa komikal dengan latar kenakalan remaja pada umumnya. Canda tawa khas siswa SMA sangat kental. Namun lebih dalam menjelajahi setiap makna kata demi kata, terasalah begitu kuat karakter yang muncul di tiap-tiap tokohnya. Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup
yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi filosofis Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Sorbonne, kota impiannya.
Selain menggambarkan betapasuperpower-nya kekuatan mimpi, pada
novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak terbeli bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai berevolusi menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu kolosal dan sarat akan pesan-pesan moril.
Angkat topi untuk Andrea Hirata yang telah berhasil membuat suguhan
kisah yang kental dengan budaya melayu namun sangat cerdas dan
saintifik. Tak hanya bisa membuat seseorang kembali membangun mimpi- mimpinya, novel ini juga bisa menambah rasa hormat kita kepada sang ayah dan mencintainya dengan tulus meskipun di tengah kondisi yang
sangat terbatas.